Setiap orang pasti punya orang yang dicintai, tak terkecuali aku. Tanpa cinta pasti hidup akan terasa hampa bukan? tapi untuk mencintai orang dan dicintai orang bukanlah perkara yang mudah. Akan sangat banyak lika liku dalam menjalinnya, tak terkecuali juga aku. Sangat banyak hal yang terjadi saat menjalin hubungan, seperti kesalah pahaman, sifat masing" pasangan, ataupun tidak adanya pengertian antara satu sama lain.
Disini sebenarnya aku pingin menceritakan sesuatu (curhat) dan ada sebuah pertanyaan diakhir yang tak bisa kujawab, dan kuharapan ada dari kaliankalian semua yang dapat menjawabnya.
Aku punya seorang pacar, anggap saja namanya bokong. Aku dan bokong sudah berpacaran 3 bulan lebih, namun sayangnya akhir akhir ini kita terlalu banyak bertengkar. Minggu lalu si bokong akan melakukan UAS (si bokong mengikuti kelas percepatan) jadi aku bilang pada si bokong agar hubungan kami break dulu, karena aku takut mengganggu pikirannya. Tapi pada masa masa itu aku benar benar melalui hari hari yang sangat berat, banyak sekali masalah masalah juga tekanan yang aku hadapi. Dan lagi saat itu aku benar benar sendiri, aku punya masalah dengan ortuku, sedangkan temanku menjauhiku karena aku lebih sering menghabiskan waktu bersama si bokong, maklum saja karena prinsipku adalah mengutamakan orang yang aku cintai. Jadi wajar jika aku lebih memilih bersama si bokong. Tapi disaat saat terpuruk itu, orang yang paling aku utamakan tidak ada disampingku.
Aku benar benar sedih waktu itu. karena aku benar benar sendiri dan tidak ada yang menemani. Waktu itu aku update tweet di twitter, dan memang si bokong langsung bertanya kepadaku apa yang terjadi padaku, tapi jelas aku bilang jika aku tidak apa apa. Tapi makna sebenarnya dari tidak apa apa itu adalah aku BUTUH KAMU. Dan hingga kami menjalin hubungan kembali aku merasa ada yang tidak beres dengan hatiku.
Perasaanku saat itu aku benar benar KECEWA pada si bokong. Sebenarnya aku sangat ingin mengungkapkan uneg unegku pada si bokong, tapi ada 1 hal yang benar benar menjadi tameng buatku untuk melakukan itu adalah PENYAKITNYA. Iya si bokong punya penyakit asma atau semacamnya yang membuat dia tidak bisa sama sekali mendengar berita buruk. Saat itu dia terus bertanya dan menyuruhku menceritakan uneg unegku, tapi tentu saja aku tidak mau menjawabnya, karena aku takut terjadi sesuatu. Namun dia terus memaksaku dan akhirnya aku menjawab, karena saat itu perasaanku sedang berantakan akhirnya aku juga menjawab dengan hati yang tidak tenang (sedikit emosi). Akhirnya terjadi pertengkaran hingga penyakitnya kambuh.
Hingga keesokan harinya, dia mencoba memperbaiki keadaan, namun aku sangat sulit mengontrol emosi karena aku sudah sangat sakit hati. aku sangat ingin dia mengerti perasaanku, namun dia hanya tetap pada pendiriannya sendiri. Lalu dia mulai menyalahkanku. Aku kaget dia berkata begitu, aku tak mengerti apa yang salah, dia bilang aku egois, tapi apakah salah jika aku ingin bersama orang yang aku sayang disaat aku terpuruk? hingga akhirnya penyakitnya kembali kambuh. terpaksa aku mengalah, aku sangat tidak ingin dia sakit gara gara aku walaupun saat itu hatiku belum benar benar lega.
Keesokan harinya aku mulai baikan dengannya. saat itu aku pergi main game online seperti biasanya bersama temanku. Dan waktu itu bokong sedang mengikuti ujian seni budaya di sekolah, dan waktu itu aku kebetulan main di tempat yang berdekatan. Setelah selesai, aku pulang ke rumah, namun saat dirumah si bokong sms mau menungguku di dekat sekolah dan akhirnya aku langsung berangkat ke tempat tujuan, berhubung saat itu, baterai hapeku sudah akan habis, dan aku takut terjadi miss comunication dengannya. Aku mengendarai kendaraanku dengan cepat hingga akhirnya aku dan tungganganku dihantam oleh motor berkecepatan tinggi dari arah lain. Namun karena terburu buru aku langsung tancap gas tanpa memperdulikan diriku sendiri.
Setelah aku tiba dan bertemu dengannya dia berkata jika temannya ditilang dan bokong harus menyusulnya. Waktu itu aku benar benar kecewa. Aku bilang tidak apa apa, tapi sebenarnya tidak demikian. Disaat aku benar benar butuh dia, dia tak pernah ada disampingku. Namun disaat temannya membutuhkannya dia langsung tanggap untuk membantunya. Aku sangatlah sedih, dan KECEWA. disaat pengorbananku untuknya sia sia. Padahal di lain sisi aku sangat mengutamakannya dari pada temanku, tapi mengapa dia tidak? aku benar benar tidak mengerti, apakah ini yang namanya cinta? apa memang sebenarnya seorang cowok harus seperti itu pada pasangannya? harus terlihat tegar walaupun hatinya terluka? sementara jika aku ingin marah penyakitnya pasti kambuh, dan akhirnya aku harus mengalah? apakah aku ini sesorang yang jahat? aku benar benar tidak mengerti. Tapi di lain pihak aku benar benar MENCINTAINYA..
halo,
BalasHapussaya mau komentar berkaitan sama pertanyaan dan postingan mas ari :D
satu.
"Minggu lalu si bokong akan melakukan UAS (si bokong mengikuti kelas percepatan) jadi aku bilang pada si bokong agar hubungan kami break dulu, karena aku takut mengganggu pikirannya"
"Tapi disaat saat terpuruk itu, orang yang paling aku utamakan tidak ada disampingku."
mas ari, sebenarnya yang meminta break siapa? yang mengeluh bokong tidak ada siapa? jadi yang salah siapa?
dua.
"Waktu itu aku update tweet di twitter, dan memang si bokong langsung bertanya kepadaku apa yang terjadi padaku, tapi jelas aku bilang jika aku tidak apa apa. Tapi makna sebenarnya dari tidak apa apa itu adalah aku BUTUH KAMU."
sebenarnya saya bukan mau menghakimi atau apa, tapi menurut saya mas ari kedengaran seperti....
cewek ^~^
soalnya biasanya yang pakai kode kodean itu ya cewek. yang minta dimengerti itu cewek. cowok mah lugas lugas saja. saya bukannya mau bilang mas ari salah, tapi somehow itu terasa aneh.
tiga.
"Namun dia terus memaksaku dan akhirnya aku menjawab, karena saat itu perasaanku sedang berantakan akhirnya aku juga menjawab dengan hati yang tidak tenang (sedikit emosi). Akhirnya terjadi pertengkaran hingga penyakitnya kambuh."
nah, kali ini mungkin mas ari yang harusnya tahu. mas ari sudah tahu kalau dia punya penyakit, dan mas ari juga tahu kalau dalam sebuah hubungan, harus ada rasa saling mengerti bukan?
pengertian yang harusnya mas ari berikan bukan dengan "menyimpan uneg uneg" tetapi dengan "menyampaikan dengan hati hati"
menyimpan uneg uneg hanya akan memperburuk keadaan, sedangan menumpahkan uneg uneg dengan emosi akan menjadikan semuanya berantakan juga. jadi jalan tengahnya adalah dengan menyampaikan dengan hati hati.
empat.
untuk masalah tilang menilang, saya akui mas ari berada di pihak positif. saya juga akan kecewa kalau ada di posisi mas ari.
tapi, satu hal yang saya masih belum begitu bisa menerima; apakah mas ari yakin "cinta" dengannya?
apa cinta sesimpel itu?
mas, cinta itu tidak mengenal emosi amarah :)
kecuali memang untuk kebaikan.
pertanyaan mas ari akan saya jawab juga.
cowok tidak harus pura pura tegar kalau hatinya terluka. nyatanya, cowok yang gentle itu yang berani mengakui isi hatinya.
tapi....
tapi nih ya mas. bukan berarti harus mengorbankan perasaan pasangan. maksud saya, jangan mengatakannya dengan kasar/emosi/marah/apalah. sekali lagi, cinta yang asli, cinta yang murni, itu tidak mengenal emosi amarah mas.
mas ari bukannya jahat, hanya mas ari belum bisa mengendalikan diri mas ari sendiri.
jadi, pada kesimpulannya, saya menyarankan mas ari untuk mengendalikan diri sendiri. bicarakan jika ada masalah dengan baik baik, jangan emosi. saya yakin jika dibicarakan dengan baik baik, penyakitnya tidak akan kambuh dan masalah selesai tanpa menambah masalah yang baru.
semoga membantu mas. good luck ya :)
WADAH ARI REK NGAKAK WKWKWKWWKWKKWKW
BalasHapus