Pages

Minggu, 16 Maret 2014

harapan




Pertama kali aku bertemu dengannya saat aku meminjam sapu dikelasnya. Pertama kali lihat hatiku langsung dag dig dug ser~ Hingga suatu hari aku mengetahui namanya, Millah Al Khaq Muhammad Zain. Seorang cewek putih berketurunan arab, tingginya sekitar 152 cm, dan berat badan yang kuperkirakan sendiri sekitar 50 kilo. Dia memiliki tahi lalat di hidungnya. Memiliki rambut panjang yang lurus dan tertutup hijab.

Aku berkenalan dengannya di akun facebook lewat chatting. kenangan pertama yang kutinggalkan padanya adalah saat persami sekolah. Itu adalah acara kemah untuk anak kelas 10, dan kebetulan aku adalah anak kopsis, jadi aku bisa ikut acara itu sebagai PEDAGANG. satu satunya hal yang membuatku semangat adalah Millah. Dan benar saja apa yang kuharapkan, aku bisa bertemu dengannya. tapi waktu itu masih malu malu kucing, hehe.. Aku tahu jika Millah sering memperhatikanku, tapi aku pura pura tidak tahu.

Itulah kesan pertamaku sebelmu berpacaran dengannya pada tanggal 11-12-13. Saat itu aku mengungkapkan perasaanku padanya di Sekolah dan memberinya sebungkus coklat kecil. Saat itu perasaanku benar benar tidak karuan hingga akhirnya dia menerimaku. Aku benar benar BAHAGIA.

\(^.^)/

HALTE - tempat pertama yang kukunjungi dengannya selain di sekolah. Saat itu aku menemaninya untuk mengumpulkan tugas di sekolah, setelah itu kami mampir sebentar di halte.

MINGGU - car free day time waktu itu aku mengajak Millah untuk gowes ke cfd. saat itu dia menaiki sepeda gunung warna putih biru, sedangkan aku menunggangi sepeda free stlye warna merah hitam. Saat itu adalah salah satu kenangan yang tak terlupakan, bercanda ria. bercapek ria, dan bercilok cilok ria (salah satu makanan wajib kami, hehe..). Dan saat itu adalah, pertama kalinya kami foto bersama. karena tak ada yang memotret, terpaksa kami foto sendiri menggunakan alat alat yang sangat tidak logis (kayu, besi, dll). Kami mengayuh sepeda kami hingga tak terasa kami sampek di Tugu Kota. BALAPAN MAKAN JAGUNG, dan dia yang membayar.
Namun aku merasa kasian pada Millah, karena di perjalanan pulang, dia sangat kecapekan. Dalam hati aku terus berkata "SEMANGAT MILLAH, KAMU BISA!!" dan aku tau kamu bisa, karena kamu bundadari kuatku.

PADANG - salah satu makanan favoritnya yang sama sekali aku belum pernah merasakannya, waktu itu setelah aku mengajaknya latihan badminton, aku mengajaknya makan masakan padang di daerah galunggung. Dan aku ingat menunya :

NASI - AYAM - SAYUR IJO - ES TEH << Millah
NASI - JEROAN - SAYUR IJO - ES TEH << Ari
TOTAL : Rp. 36.000 ,00

ALUN ALUN KOTA BATU - Ini adalah satu satunya tempat yang tidak akan pernah aku lupakan. Saat saat gembira bersamanya, saat aku menggenggam tangannya, saat mendengar bunyi toooot toooot, saat makan jagung, makan cilok, makan es dengan berbagai keambiguan, saat foto di bianglala, saat bermain papan lalu lintas, saat minum air siap matang, dan saat MAKE A WISH. 

aku harap aku bisa berada disampingmu..
aku ingin hubungan kita langgeng..
aku ingin berada disisimu selamanya..
aku ingin kamu bahagia..
aku CINTA KAMU..

aminn...

harapan yang kami ucapkan saat berada di puncak tertinggi bianglala. harapan yang benar benar aku ingin wujudkan. Tapi apakah harapan ini akan tetap terjaga? apakah bisa aku mewujudkan harapan itu? Jawabannya IYAA!! aku ingin mewujudkan itu, aku ingin menjaga harapan itu, meskipun aku harus memulainya dari nol, meskipun dia tak ingin lagi mendengar harapan itu. Tapi aku akan tetap memperjuangkannya karena aku...
MENCINTAI MILLAH AL KHAQ MUHAMMAD ZAIN..



Maaf...
maaf...
maaf..

cuma itu yang ingin kusampaikan di akhir entrian ini..
</3

jahat

Setiap orang pasti punya orang yang dicintai, tak terkecuali aku. Tanpa cinta pasti hidup akan terasa hampa bukan? tapi untuk mencintai orang dan dicintai orang bukanlah perkara yang mudah. Akan sangat banyak lika liku dalam menjalinnya, tak terkecuali juga aku. Sangat banyak hal yang terjadi saat menjalin hubungan, seperti kesalah pahaman, sifat masing" pasangan, ataupun tidak adanya pengertian antara satu sama lain.

Disini sebenarnya aku pingin menceritakan sesuatu (curhat) dan ada sebuah pertanyaan diakhir yang tak bisa kujawab, dan kuharapan ada dari kaliankalian semua yang dapat menjawabnya.

Aku punya seorang pacar, anggap saja namanya bokong. Aku dan bokong sudah berpacaran 3 bulan lebih, namun sayangnya akhir akhir ini kita terlalu banyak bertengkar. Minggu lalu si bokong akan melakukan UAS (si bokong mengikuti kelas percepatan) jadi aku bilang pada si bokong agar hubungan kami break dulu, karena aku takut mengganggu pikirannya. Tapi pada masa masa itu aku benar benar melalui hari hari yang sangat berat, banyak sekali masalah masalah juga tekanan yang aku hadapi. Dan lagi saat itu aku benar benar sendiri, aku punya masalah dengan ortuku, sedangkan temanku menjauhiku karena aku lebih sering menghabiskan waktu bersama si bokong, maklum saja karena prinsipku adalah mengutamakan orang yang aku cintai. Jadi wajar jika aku lebih memilih bersama si bokong. Tapi disaat saat terpuruk itu, orang yang paling aku utamakan tidak ada disampingku.

Aku benar benar sedih waktu itu. karena aku benar benar sendiri dan tidak ada yang menemani. Waktu itu aku update tweet di twitter, dan memang si bokong langsung bertanya kepadaku apa yang terjadi padaku, tapi jelas aku bilang jika aku tidak apa apa. Tapi makna sebenarnya dari tidak apa apa itu adalah aku BUTUH KAMU. Dan hingga kami menjalin hubungan kembali aku merasa ada yang tidak beres dengan hatiku.

Perasaanku saat itu aku benar benar KECEWA pada si bokong. Sebenarnya aku sangat ingin mengungkapkan uneg unegku pada si bokong, tapi ada 1 hal yang benar benar menjadi tameng buatku untuk melakukan itu adalah PENYAKITNYA. Iya si bokong punya penyakit asma atau semacamnya yang membuat dia tidak bisa sama sekali mendengar berita buruk. Saat itu dia terus bertanya dan menyuruhku menceritakan uneg unegku, tapi tentu saja aku tidak mau menjawabnya, karena aku takut terjadi sesuatu. Namun dia terus memaksaku dan akhirnya aku menjawab, karena saat itu perasaanku sedang berantakan akhirnya aku juga menjawab dengan hati yang tidak tenang (sedikit emosi). Akhirnya terjadi pertengkaran hingga penyakitnya kambuh.

Hingga keesokan harinya, dia mencoba memperbaiki keadaan, namun aku sangat sulit mengontrol emosi karena aku sudah sangat sakit hati. aku sangat ingin dia mengerti perasaanku, namun dia hanya tetap pada pendiriannya sendiri. Lalu dia mulai menyalahkanku. Aku kaget dia berkata begitu, aku tak mengerti apa yang salah, dia bilang aku egois, tapi apakah salah jika aku ingin bersama orang yang aku sayang disaat aku terpuruk? hingga akhirnya penyakitnya kembali kambuh. terpaksa aku mengalah, aku sangat tidak ingin dia sakit gara gara aku walaupun saat itu hatiku belum benar benar lega.

Keesokan harinya aku mulai baikan dengannya. saat itu aku pergi main game online seperti biasanya bersama temanku. Dan waktu itu bokong sedang mengikuti ujian seni budaya di sekolah, dan waktu itu aku kebetulan main di tempat yang berdekatan. Setelah selesai, aku pulang ke rumah, namun saat dirumah si bokong sms mau menungguku di dekat sekolah dan akhirnya aku langsung berangkat ke tempat tujuan, berhubung saat itu, baterai hapeku sudah akan habis, dan aku takut terjadi miss comunication dengannya. Aku mengendarai kendaraanku dengan cepat hingga akhirnya aku dan tungganganku dihantam oleh motor berkecepatan tinggi dari arah lain. Namun karena terburu buru aku langsung tancap gas tanpa memperdulikan diriku sendiri.

Setelah aku tiba dan bertemu dengannya dia berkata jika temannya ditilang dan bokong harus menyusulnya. Waktu itu aku benar benar kecewa. Aku bilang tidak apa apa, tapi sebenarnya tidak demikian. Disaat aku benar benar butuh dia, dia tak pernah ada disampingku. Namun disaat temannya membutuhkannya dia langsung tanggap untuk membantunya. Aku sangatlah sedih, dan KECEWA. disaat pengorbananku untuknya sia sia. Padahal di lain sisi aku sangat mengutamakannya dari pada temanku, tapi mengapa dia tidak? aku benar benar tidak mengerti, apakah ini yang namanya cinta? apa memang sebenarnya seorang cowok harus seperti itu pada pasangannya? harus terlihat tegar walaupun hatinya terluka? sementara jika aku ingin marah penyakitnya pasti kambuh, dan akhirnya aku harus mengalah? apakah aku ini sesorang yang jahat? aku benar benar tidak mengerti. Tapi di lain pihak aku benar benar MENCINTAINYA..